Wali Kota Pastikan Korban Proyek Tol Becakayu Ambruk Dapat Asuransi
Selasa 20 Februari 2018, 09:19 WIB
Wali Kota Pastikan Korban Proyek Tol
Becakayu Ambruk Dapat Asuransi
Tsarina Maharani - detikNews
Jakarta - Tujuh orang pekerja tertimpa
tiang girder proyek Tol Becakayu di Kebon Nanas, Jakarta Timur, yang ambruk.
Wali Kota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana, mengimbau pelaksana proyek untuk
mengutamakan keselamatan kerja.
"Sebetulnya kita sudah sering menyampaikan imbauan ke pelaksana-pelaksana. Bukan proyek ini saja ya, tapi proyek-proyek besar. Pertama, K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) harus dilakukan. Kedua, harus dicover dari BPJS, itu yang selalu kami minta. Kami peninjauan secara berkala di setiap proyek," papar Bambang saat berada di lokasi kejadian, Jl DI Panjaitan, Jakarta, Selasa (20/2/2018).
Foto: Wali Kota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana,
mengimbau pelaksana proyek untuk mengutamakan keselamatan kerja. Fotografer:
Tsarina Maharani/detikcom |
Bambang menyebut akan berkoordinasi dengan Sudin Tenaga Kerja untuk memastikan para pekerja tersebut mendapat asuransi.
"Nanti saya akan koordinasi dengan Sudin Tenaga Kerja berkaitan dengan Ketenagakerjaannya apakah sudah diasuransikan apa belum. Yang jelas kalau perusahaan kayak gini mengasuransikan semua pekerja," ujar Bambang yang berniat menjenguk para korban di rumah sakit.
Bekisting pierhead proyek tol Becakayu ambruk pukul 03.40 WIB. Akibatnya 7 orang pekerja luka-luka. Saat ini 6 orang dilarikan ke RS UKI sementara 1 lainnya dirujuk ke RS Polri. PT Waskita Karya selaku kontraktor menegaskan bagian yang ambruk merupakan bukan tiang pancang atau tiang penyangga.
"Kami ingin meluruskan bahwa bukan tiang pancang/tiang
penyangga yang roboh seperti pemberitaan, tetapi bekisting pierhead," kata
Kepala Divisi III PT Waskita Karya Dono Parwoto, PT Waskita Karya dalam
keterangan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (20/2/2018).
Selasa 20 Februari 2018, 07:52 WIB
Kronologi Tiang Proyek Tol Becakayu
Ambruk
Tsarina Maharani - detikNews
Jakarta - Hari masih gelap, para pekerja
sibuk melakukan pengecoran tiang pancang proyek Tol Becakayu. Tiba-tiba tiang
girder ambruk menimpa mereka karena diduga bracket tember kurang kuat.
Kapolres Jakarta Timur Kombes Yoyon Tony Surya Putra mengatakan tujuh orang pekerja mengalami luka-luka. Enam orang pekerja dirawat di RS UKI. Sedangkan 1 orang pekerja yang mengalami kritis dirawat di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.
"Dari korban yang kami evakuasi sebanyak tujuh orang sampai saat ini keterangan dari RS UKI belum ada korban jiwa. Enam luka-luka tidak terlalu berat, namun ada satu agak berat luka kepala dan sudah dirujuk RS Kramat Jati RS Polri," kata Yoyon.
Berikut kronologi yang disampaikan Kapolres Jakarta Timur Kombes Yoyon Tony Surya Putra:
Selasa, 20 Februari 2018
Pukul 03.40 WIB
Kecelakaan kerja terjadi di proyek Tol Becakayu. Kecelakaan itu terjadi saat para pekerja akan melakukan pengecoran tiang pancang. Di mana tiang tersebut itu ada bracket tember yang fungsinya penyangga plat yang akan dicor.
Namun pada saat pekerja memasukkan cor ke dalam tiang pancang tersebut, tiang bracket terlepas dan jatuh sehingga seluruh material cor dan bracket tember jatuh ke bawah dan tujuh orang tertimpa serpihan material cor, termasuk bracket tember.
Pukul 04.45 WIB
Tujuh orang pekerja yang tertimpa tiang girder proyek Tol Becakayu yang ambruk dievakuasi. Para korban mengalami luka-luka. Enam dirawat di RS UKI dan 1 orang dirawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Pukul 06.53 WIB
Kapolres Jakarta Timur Kombes Yoyon Tony Surya Putra tiba mengecek lokasi dan memberikan keterangan terkait ambruknya tiang girder proyek Tol Becakayu yang ambruk. Polisi menduga tiang tersebut ambruk karena diduga bracket tember kurang kuat.
Selasa 20 Februari 2018, 07:12 WIB
Polisi: Pengawas dan Manajer Proyek Tol Becakayu akan
Diperiksa
Tsarina Maharani - detikNews
Jakarta
- Penyebab ambruknya tiang girder proyek Tol Becakayu di Jakarta Timur terus
diselidiki. Sejumlah saksi akan dimintai keterangan oleh polisi.
"Jadi nanti selain
pemeriksaan saksi-saksi, kami akan lakukan pemeriksaan terhadap pengawas proyek
dan manajer proyek," kata Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Yoyon Tony di
sela-sela mengecek lokasi ambruknya tiang girder proyek Tol Becakayu, Selasa
(20/2/2018). Menurut dia, petugas dari Polres Jakarta Timur segera melakukan
investigasi.
Tiang girder itu ambruk pukul 03.30
WIB. Akibatnya 7 orang pekerja luka-luka. Lokasi tiang girder yang ambruk telah
digaris polisi.
Meski ada kejadian tiang ambruk,
namun lalu lintas di Jalan DI Panjaitan menuju Kebon Nanas masih bisa dilalui
pengendara.
Proyek Becakayu Runtuh, Tujuh Pekerja Kritis
Firda Farera
Hari masih gelap gulita, para
pekerja sibuk melakukan pengecoran tiang pancang proyek Tol Becakayu.
Namun pada saat pekerja memasukkan cor ke dalam tiang
pancang tersebut, tiang bracket terlepas dan jatuh sehingga seluruh material
cor dan bracket tember jatuh ke bawah dan tujuh orang tertimpa serpihan material
cor, termasuk bracket tember.
Dono menjelaskan, peristiwa terjadi saat kondisi beton masih basah. Hal tersebut menyebabkan bekisting merosot dan jatuh.
"Kejadian terjadi pada pukul 03.00 WIB pada saat
dilakukan pengecoran pier head dg kondisi beton masih basah dan bekisting
merosot sehingga jatuh," ujar Dono.

Akibatnya. tujuh orang pekerja
luka-luka. Saat ini 6 orang dilarikan ke RS UKI sementara 1 lainnya dirujuk ke
RS Polri. PT Waskita Karya selaku kontraktor menegaskan bagian yang ambruk
merupakan bukan tiang pancang atau tiang penyangga.
"Kami ingin meluruskan bahwa bukan tiang pancang/tiang
penyangga yang roboh seperti pemberitaan, tetapi bekisting pierhead," kata
Kepala Divisi III PT Waskita Karya Dono Parwoto, PT Waskita Karya dalam
keterangan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (20/2/2018).

Kapolres Jakarta Timur Kombes Yoyon
Tony Surya Putra tiba mengecek lokasi dan memberikan keterangan terkait
ambruknya tiang girder proyek Tol Becakayu yang ambruk. Polisi menduga tiang
tersebut ambruk karena diduga bracket tember kurang kuat.
Proyek jalan tol Becakayu sepanjang
11 kilometer merupakan Proyek Strategis Nasional yang dikerjakan oleh PT
Waskita Karya Tbk. mulai 2014 dengan nilai kontrak Rp7,23 triliun.
PT Waskita Karya juga menyampaikan empati untuk para korban dengan terjadinya kejadian ini dan untuk penanganan terhadap korban telah dilakukan. managemen telah melakukan evakuasi terhadap tujuh korban luka dan sudah dilakukan pengananan di RS UKI, Cawang.
Meski ada
kejadian tiang ambruk, namun lalu lintas di Jalan DI Panjaitan menuju Kebon
Nanas masih bisa dilalui pengendara.

Komentar
Posting Komentar